Senin, 28 Desember 2009

Ketika Pemahaman Komunikasi Nonverbal akan Membantu kita dalam Memaknai Persepsi Interpersonal Lawan Bicara

Seperti yang sudah diketahui, komunikasi terbagi dua. Komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan kata-kata yang disimbolkan dengan bahasa. Sedangkan jenis lainnya adalah lawan dari komunikasi verbal itu sendiri, yaitu komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal bukanlah hal yang asing dalam hidup kita. Memang dari segi istilah terlihat membingungkan namun kita sering sekali menggunakannya, malahan tanpa sadar hampir setiap kita berkomunikasi kita menggunakan jenis komunikasi ini. Komunikasi nonverbal secara sederhana dapat dimaknai sebagai komunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Istilah non verbal biasanya digunakan untuk melukiskan semua peristiwa komunikasi di luar kata-kata yang terucap ataupun tertulis. Menurut Erving Goffman, meskipun seseorang berhenti berbicara namun ia tidak berhenti berkomunikasi melalui idiom tubuh (Mulyana, Deddy, 2001). Komunikasi nonverbal yang sering kita lakukan antara lain: menggeleng untuk menyatakan tidak, mengangguk untuk menyatakan iya, melambaikan tangan sebagai pelengkap ketika menyapa seseorang atau ketika mengucapkan selamat tinggal, mengerutkan dahi sebagai tanda bahwa seseorang bingung, volume suara yang keras ketika marah, dan lain-lain. Stewart dan D’Angelo (1980) berpendapat bahwa bila kita membedakan pesan verbal dari non verbal dan vocal dari non vocal, kita memiliki 4 kategori yaitu pesan verbal/ vocal yaitu komunikasi melalui kata yang diuacapkan, pesan verbal/ non vocal yaitu kata-kata yang digunakan tapi tidak diucapkan, pesan non verbal/ vocal yaitu menggerutu, pesan non verbal/ non vocal yaitu hanya mencakup sikap dan penampilan. Maka pesan non verbal membawa pesan-pesan nonlinguistic, (L.Tubbs, Stewart. Sylvia Moss,1996).

Komunikasi nonverbal kerap terwujud dengan bahasa tubuh. Sering kali terlihat di berbagai media, SBY melambaikan tangan saat dirinya tampil di khalayak umum. Misalnya pada saat kampanye pemilu presiden kemarin, ia kerap melambaikan tangan kepada ribuan orang pendukungnya atau SBY melambaikan tangan bersama Boediono sesaat setelah acara pelantikan mereka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Apa yang dilakukan oleh SBY merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang dilakukannya dengan berbagai tujuan. Dalam acara kampanye, ia melambaikan tangannya untuk menyapa ribuan pendukungnya yang mengelu-elukan namanya. Sedang seusai pelantikan, ia melambaikan tangan untuk menyapa masyarakat Indonesia, seolah-olah menympaikan “Halo Indonesia, kami pemimpin barumu” sambil melambaikan tangan.

Setiap bangsa juga memiliki bentuk-bentuk komunikasi nonverbal yang berbeda. Orang jawa sangat kental dalam hal ini, orang jawa banyak menggunakan simbol-simbol nonverbal dalam kesehariannya, membungkukkan badan ketika melewati orang tua misalnya. Selain itu. masyarakat jawa biasanya berbicara dengan menggunakan volumenya tidak terlalu keras, kecepatan yang relatif lambat, dan intonasi yang pelan. Berbeda dengan orang batak, mereka menggunakan volume yang lebih keras, kecepatan yang relatif cepat, dan dialek melayu yang kental. Hal ini memungkinkan untuk mempengaruhi persepsi interpersonal kita terhadap orang batak bila kita sedang berbicara dengan mereka. Mungkin anggapan awal kita dari cara berbicaranya, orang batak kasar. Hal ini kerap menimbulkan noise dalam komunikasi. Lantas apakah pemahaman akan komunikasi nonverbal dapat membantu seseorang dalam memaknai persepsi interpersonal lawan bicaranya?

Persepsi interpersonal adalah pemberian makna pada sesuatu objek, dalam hal ini manusia. Dalam bahasa sehari-hari, persepsi interpersonal dapat dipahami sebagai pandangan kita terhadap orang lain. Persepsi, menurut Rakhmat Jalaludin (1998: 51), adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Misalnya kita dapat mempersepsikan seseorang mempunyai sifat darmawan karena kita sering melihatnya memberikan uang kepada pengemis. George Elliah Muller mengatakan bahwa persepsi menimbulkan jejak rekam pada otak. (Wirawan, 1980).

Pada persepsi interpersonal, stimuli mungkin sampai kepada kita menurut lambang-lambang verbal atau grafis yang disampaikan pihak ketiga (Rakhmat Jalaludin:1998). Dewi Persik adalah artis yang banyak menuai sensasi. Masing-masing orang tentu memiliki pandangan yang berbeda terhadap Dewi Persik. Ada yang menganggapnya artis yang lebih mengandalkan sensasi ketimpbang prestasi, ada yang menganggapnya wanita murahan karena memakai baju yang seronok, dan lainnya. Bagi masyarakat umum yang sering menonton tayangan infotainment tentu akan berpandangan seperti itu, karena mereka mendapat stimuli dari narasi-narasi infotainment yang akhirnya membentuk pandangan mereka terhadap dewi. Stimuli dari pihak ketika mengurangi kecermatan persepsi kita (Rakhmat Jalaludin:1998). Tapi bila kita adalah anggota keluarga Dewi Persik, tentu pandangan kita terhadapnya tidak akan seburuk itu. Anggota keluarga Dewi Persik mungkin saja berpandangan bahwa dewi adalah anak yang berbakti karena mampu menjadi tulang punggung keluarga.

Kemudian, pada persepsi interpersonal kita mencoba memahami apa yang tidak tampak pada alat indera kita (Rakhmat Jalaludin:1998). Misalnya kita mencoba memahami apa yang melatarbelakangi Dewi Persik selalu tampil seronok, mungkin ia merasa nyaman dengan baju terbuka, atau agar tetap laris manis dilirik produser. Selanjutnya dalam persepsi interpersonal, faktor-faktor personal dalam diri kita dan karakteristik orang yang ditanggapi menyebabkan persepsi interpersonal sangat cenderung untuk keliru (Rakhmat Jalaludin:1998). Kalangan alim ulama cenderung mempersepsikan Dewi Persik sebagai perempuan yang tidak mengerti akidah karena kerap mempertontonkan auratnya. Hal ini terbukti dengan adanya pencekalan yang dilakukan wakil walikota Serang dan Front Pembela Islam karena khawatir aksi panggungnya yang vulgar, dapat merusak moral. (Sumber:http://www.detikhot.com/read/2008/04/28/180702/930914/230/dewi-persik-tak-gentar-dicekal-saipul-jamil).

Kemudian, karena sifat manusia yang selalu berubah seringkali menyebabkan persepsi interpersonal menjadi salah (Rakhmat Jalaludin:1998). Si Anti hari ini berkenalan dengan Budi, tetapi karena Budi sedang tertimpa musibah, Budi terlihat judes. Persepsi Anti, yang baru berkenalan dengan Budi, bisa jadi keliru. Kita menduga karakteristik orang lain dari petunjuk-petunjuk eksternal yang dapat diamati. Petunjuk-petunjuk itu adalah deskripsi verbal dari pihak ketiga, petunjuk proksemik, kinesik, wajah, peralinguistik, dan artifaktual (Rakhmat Jalaludin:1998).

Duncan menyebutkan terdapat enam jenis pesan nonverbal: (1) kinesik atau gerak tubuh (2) paralinguistik atau suara (3) proksemik atau penggunaan ruangan personal dan social (4) olfaksi atau penciuman (5) sensitivitas kulit (6) factor artifaktual seperti pakaian, kosmetik, dan lain sebagainya. Menurut klasifikasi Leathers, dengan sedikit perubahan, ia membagi pesan nonverbal ke dalam tiga kelompok besar, yaitu: pesan nonverbal visual meliputi: kinesik, proksemik, dan artifaktual; pesan nonverbal auditif, terdiri dari pesan paralinguistic; dan pesan nonverbal nonvisual nonauditif yang artinya tidak terdengar tidak terlihat dan tidak berupa kata-kata, yaitu: sentuhan dan penciuman (Rakhmat Jalaludin,1998:289).

Pemahaman akan komunikasi nonverbal seseorang dapat membantu kita dalam memaknai persepsi interpersonal lawan bicara kita Dapat dijelaskan berdasarkan petunjuk nonverbal mengenai persepsi interpersonal. Untuk membentuk persepsi terhadap seseorang kita membutuhkan petunjuk seperti petunjuk kinesik, pesan yang menggunakan gerak-gerik tubuh kita, dalam buku Jalaludin Rakhmat ada tiga komponen utama dalam pesan kinesik, yaitu: pesan fasial yaitu pesan dengan menggunakan air muka yang dapat menunjukkan setidaknya sepuluh makna antara lain: kebahagiaan; terkejut; kesedihan; kemuakkan; dan lain sebagainya. Seorang ahli komunikasi nonverbal, Dale G. Leathers (1976:21), menulis:

Wajah sudah lama menjadi sumber informasi dalm komunikasi interpersonal. Ini alat yang sangat penting untuk menyimpulkan makna. Dalam beberapa detik, ungkapan wajah dapat menggerakkan kita ke puncak keputusan. Bila kita menelaah wajah sahabat dan rekan kita untuk perubahan-perubahan halusdan nuansa makna dan mereka pada gilirannya menelaah kita.(Rakhmat Jalaludin, 1998:87)

Bila kita berbicara dengan orang yang raut wajahnya penuh senyuman dapat dengan mudah kita simpulkan bahwa orang itu ceria, contoh lain adalah pemain sinetron yang memerankan tokoh antagonis dirias sedemikian rupa agar wajahnya terlihat galak. Hal ini akan menimbulkan kesan bahwa ia benar-benar jahat; pesan gestural yaitu pesan dengan gerakan anggota tubuh kita seperti mata atau tangan utuk mengkomunikasikan makna. Isyarat tangan merupakan salah satu bentuk komunikasi non verbal, yang penting setelah isyarat wajah, (L.Tubbs, Stewart. Sylvia Moss,1996) Misalnya orang yang mengacungkan jari tengahnya ketika berkomunikasi dapat dianggap tidak sopan bahkan menghina. Oleh karena itu, televisi sering melakukan sensor untuk tayangan yang terdapat adegan yang kurang sopan seperti ini. Pesan postural, berhubungan dengan keseluruhan badan. Misalnya orang yang tinggi hati biasanya memiliki postur tegap, mendangak, terkadang bertolak pinggang., orang yang berjalannya selalu melihat ke bawah biasanya rendah diri dan sebagainya. Menurut penelitian yang ditulis dalam buku tersebut, pengamatan lewat petunjuk kinesik adalah cara yang paling cermat dalam menghasilkan persepsi, karena petunjuk kinesik adalah yang peling sulit dikendalikan atau dengan kata lain muncul secara reflex.

Kemudian, petunjuk proksemik berhubungan dengan pengaturan jarak dan ruang social. Dalam berkomunikasi kita membuat jarak yang menunjukkan tingkat keakraban kita pada seseorang. Jarak bila kita berbincang-bincang dengan sahabat tentu berbeda dengan jarak bila kita berbicara dengan orang asing yang menanyakan alamat kepada kita. Edward T.Hall mambagi jarak berkomunikasi ke 4 kategori, yaitu: jarak public, jarak social, jarak, personal,dan jarak akrab (Rakhmat Jalaludin, 1998: 83). Sebagai ilustrasi, kita sedang berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan, kemudian kita melihat kekasih teman kita sedang berbincang-bincang dengan orang lain. Hal ini memerlukan pemahaman akan jarak dan ruang social, bila ia berbicara dengan jarak yang sangat dekat atau jarak akrab maka bias jadi kekasih teman kita sedang berselingkuh. Dengan ilustrasi di atas maka, pemahaman akan komunikasi nonverbal sangat membantu untuk memaknai persepsi interpersonal terhadap seseorang.

Petunjuk artifaktual dingkapkan melalui penampilan. Berupa pakaian, aksesoris, parfum, make up, dan lain sebagainya. Seorang yang menggunakan pakaian dan pelengkapnya yang terlihat mahal, akan menimbulkan persepsi bahwa ia adalah wanita shopisticated. Dalam upacara 17 Agustus di istana Negara misalnya, Ibu Negara dan para wanita yang menghadiri upacara tersebut terlihat memakai kebaya. Hal ini menimbulkan pandangan bahwa mereka menghormati dan menghargai bangsa Indonesia dengan menggunakan kebaya yang notabene merupakan budaya bangsa Indonesia. Contoh lainnya, dalam beberapa kesempatan yang berhubungan dengan partainya seperti kampanye partai PDIP, Megawati Soekarnoputri, selalu menggunakan busana berwarna merah yang melambangkan partainya menimbulkan persepsi bahwa ia menjunjung tinggi partai yang menaunginya. Almarhum Mbah Surip yang kerap tampil bak musisi Bob Marley, ini menimbulkann persepsi kita bahwa Mbah Surip adalah penyanyi reggae.

Petunjuk paralinguistic, sesuatu yang digunakan orang untuk menyampaikan lambang-lambang verbal. Misalnya dialek, tempo berbicara, dan tinggi rendahnya suara. Persepsi yang dapat dibentuk misalnya, seseorang yang gaya berbicaranya tersendat-sendat atau istilahnya gagap, cenderung tidak pede. Petunjuk paralinguistic juga menunjukkan keadaan emosi komunikator, misalnya ketika kita sedang marah, suara kita cenderung keras dan nada kita meninggi; jika sedang terharu, suara kita bergetar dan pelan. Nada suara nampaknya tidak mempengaruhi jumlah informasi yang ditukar, tetapi jelas mempengaruhi sikap komunikan kepada komunikator. ( L.Tubbs, Stewart. Sylvia Moss,1996, hal 147). Kita menanyakan sesuatu hal kepada teman kita, tetapi teman kita menjawab dengan nada suara yang tinggi dan intonasi yang kasar, maka sedikit banyak hal ini akan mempengaruhi sikap kita kepadanya kemudian. Oleh karena itu, ketika kita sudah tau keadaan emosi seseorang, hendaknya saat berkomunikasi, kita memilh cara berkomunikasi yang tepat.

Dengan memahami komunikasi nonverbal kita terhadap seseorang, dengan mudah kita dapat membentuk persepsi interpersonal kita terhadap orang lain. Tetapi bila kita tidak cermat dalam memahami komunikasi nonverbal seseorang maka yang terjadi adalah kegagalan komunikasi. Dapatkah anda bayangkan jika anda salah menilai seseorang karena anda menilai orang itu dari penampilannya? Seperti banyak orang yang mencibir gaya berpakaian Indra Bekti yang berlebihan atau disebut lebay. Sebagai seorang pria gaya berpakaiannya terlalu berlebihan, tak ayal banyak orang yang mempersepsikan ia bencong. Namun, kenyataan ia laki-laki normal. Ini seringkali terjadi dimana kegagalan kita dalam memahami komunikasi nonverbal akan berbalik menghancurkan hubungan interpersonal kita. Suatu ketika anda menjumpai kekasih anda berpelukan dengan orang lain kemudian anda memutuskan hubungan anda, tapi ternyata anda salah, ia sebenarnya sedang berpelukan dengan teman lamanya yang sudah lama tidak berjumpa.

Kemudian persepsi interpersonal mampengaruhi hubungan interpersonal kita. Seseorang dengan bahasa tubuh yang lincah, mimik wajah yang ramah, intonasi suara yang lembut, tentu menimbulkan persepsi bahwa orang dengan karakter seperti itu ramah, dengan karakter seperti itu orang akan lebih mudah mendapat teman. Kita tentu lebih senang jika berkenalan dengan orang yang ramah daripada orang yang judes atau ketus. Seorang tamu hotel akan merasa nyaman bila dilayani oleh resepsionis yang murah senyum dan sopan. Seperti halnya bila kita mengikti tes wawancara kerja. Untuk memberikan persepsi yang baik terhadap diri kita tentu kita harus memaksimalkan penampilan kita, memakai pakaian yang baru, memakai sepatu yang nyaman, dan lain-lain. Hal ini berpengaruh pada pembentukan kesan. Melalui teori atribusi misalnya, atribusi adalah proses menyimpulkan motif, maksud, dan karakteristik seseorang dengan melihat perilaku yang tampak (Rakhmat, Jalaludin,1998). Azhari bersaudara merupakan keluarga public figure yang banyak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dalam masyarakat. Sebut saja Rahma Azhari, Sarah Azhari, Ayu Azhari ketiga putri dari klan Azhari ini sangat terkenal di dunia maya. Berbagai pose sensual mereka marak beredar di masyarakat, dari yang setengah telanjang sampai telanjang. Kita melakukan atribusi bahwa mereka keluarga yang berbudaya pergaulan bebas, dilihat dari perilaku yang tampak dari gambar-gambar tersebut.

Dari semua yang sudah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa pemahaman akan komunikasi nonverbal lawan bicara sangat membantu dalam pembentukan dan pemahaman persepsi interpersonalnya. Pemahaman komunikasi nonverbal dapat dilihat dari beberapa petunjuk seperti petunjuk proksemik, kinesik, wajah, peralinguistik, dan artifaktual. Petunjuk yang paling cermat untuk menuntun kita dalam menentukan persepsi terhadap orang lain adalah petunjuk kinesik. (Rakhmat Jalaludin:1998). Tetapi dalam menentukan persepsi kita harus benar-benar cermat, karena kalau tidak, maka akan timbul kegagalan komunikasi yang menyebabkan rusaknya hubungan kita dengan orang lain.

Daftar Pustaka

Rakhmat, Jalaludin, Psikologi Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1998

Mulyana, Deddy, Suatu Pengantar Ilmu Komunikasi, Bandung: PT. Remaja

Rosdakarya, 2001

Stewart L. Tubbs, Sylvia Moss; penerjemah: Deddy Mulyana, Human Communication II : Konteks-Konteks Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1996

Wirawan, Sarlito, Berkenalan dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi, Jakarta: Bulan Bintang, 1980

1 komentar:

  1. makasiih ya,,artikel ini sangat membantu nyelesain tugas akhir smsteran,salam kenal aja dari Restu ^_^

    BalasHapus